Sarana Disabilitas Cemerlang

Pdt. Andreas Sutikno, S.Th., M.A: Gembala yang Menyatu dengan Jemaat dan Komunitas Disabilitas

Di tengah kesibukan Jakarta Pusat, sosok Pdt. Andreas Sutikno, S.Th., M.A hadir sebagai gembala sidang di GSJA Kasih Karunia, Gedung Kasih Bersaudara, Jl. Raden Saleh Raya No. 16. Namun pelayanannya tidak berhenti di dalam tembok gereja. Ia melangkah lebih jauh, menjadi Pembina Komunitas Sarana Disabilitas Cemerlang, sebuah wadah yang lahir dari hati untuk mendukung dan menguatkan penyandang disabilitas.
Bagi anggota komunitas, kehadiran Pdt. Andreas bukan sekadar formalitas. Ia dikenal sebagai sosok yang mau mendengar cerita, menampung keluh kesah, dan memberikan dorongan rohani di saat semangat mulai meredup. Dalam banyak pertemuan, ia tidak hanya berbicara dari mimbar, tetapi duduk bersama, mendengarkan, dan menyalakan kembali harapan yang sempat padam.
Suatu ketika, dalam sebuah pertemuan komunitas, ada anggota yang merasa putus asa karena keterbatasan fisik membuatnya kehilangan arah. Dengan penuh kesabaran, Pdt. Andreas berkata, “Keterbatasan bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang Tuhan siapkan. Di dalam kelemahan, kasih-Nya justru nyata.” Kata-kata itu bukan hanya menenangkan, tetapi menjadi pegangan hidup bagi banyak anggota.
Sebagai pembina, ia berjalan berdampingan dengan Patrisia A. Pantouw (Sisi), pendiri komunitas. Keduanya saling melengkapi: Sisi dengan pengalaman hidup yang penuh inspirasi, dan Pdt. Andreas dengan bimbingan rohani yang meneguhkan. Sinergi ini menjadikan Komunitas Sarana Disabilitas Cemerlang bukan sekadar organisasi, melainkan keluarga besar yang saling menguatkan.
Di GSJA Kasih Karunia, jemaat mengenalnya sebagai gembala yang rendah hati. Di komunitas, anggota mengenalnya sebagai pembina yang penuh kasih. Dua peran ini menyatu, membentuk teladan bahwa pelayanan sejati adalah hadir di tengah kehidupan nyata, bukan hanya di ruang ibadah.

Kehadiran Pdt. Andreas Sutikno adalah bukti bahwa pelayanan rohani bisa menjangkau lebih luas, menembus batas, dan menyentuh hati mereka yang sering terpinggirkan. Melalui kasih dan karunia, ia menyalakan semangat bagi jemaat dan Komunitas Sarana Disabilitas Cemerlang untuk terus melangkah dengan iman, pengharapan, dan cinta.

Penulis: Frenky F. Pandjaitan

Scroll to Top