Di balik setiap keterbatasan, selalu ada cahaya yang menuntun langkah. Begitulah kisah hidup Patrisia A. Pantouw, atau yang akrab disapa Sisi, seorang wanita tangguh kelahiran Jakarta pada 28-09-1984. Hobinya menyanyi dan menulis bukan sekadar kegiatan, melainkan caranya menyalurkan perasaan, menguatkan diri, dan berbagi semangat dengan dunia.
Maret 2005 menjadi titik balik dalam hidup Sisi. Gejala lumpuh yang dialaminya, kemudian berkembang hingga membuat mata kirinya buta total. Setelah bertahun-tahun mencari kepastian, pada 2011 dokter mendiagnosa penyakit Autoimun Neuro Myelitis Optica.
Tak berhenti di situ, tahun 2017 ia harus menghadapi ujian lain, tiga minggu dirawat di RSCM karena halusinasi dan depresi, hingga akhirnya didiagnosa Schizo Affective. Masa-masa itu penuh kepahitan, terutama terhadap keluarga. Namun, justru dari titik terendah itulah benih pemulihan mulai tumbuh.
Sisi tidak menyerah. Antara 2012-2017, ia bekerja di dua perusahaan sekaligus. Lalu, dengan tekad yang kuat, ia menempuh pendidikan di Universitas Terbuka dan lulus S1 Penerjemahan Bahasa Inggris pada 2019.
Tahun 2018 menjadi tonggak penting, ia menulis buku berjudul “Bersama Tuhan Pasti Bisa”. Buku ini bukan hanya catatan perjalanan hidup, tetapi juga kesaksian iman dan keberanian. Bahkan, program Kick Andy membeli 650 eksemplar bukunya, sebuah pengakuan atas kekuatan kisahnya.
Semangat berbagi membuat Sisi mendirikan Shine Disability Community pada 2020, wadah bagi penyandang disabilitas untuk saling menguatkan. Tidak berhenti di sana, pada Oktober 2024 ia mendirikan PT Sarana Disabilitas Cemerlang, sebuah langkah nyata untuk menjadikan inklusi sebagai bagian dari dunia kerja dan kehidupan sosial.
Kini, Sisi juga aktif sebagai freelance social media content creator di D’Impact Indonesia (PT Cahaya Santosa Lestari). Dengan kreativitasnya, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya.
Sisi pernah bergumul dengan kepahitan terhadap ayah, ibu, dan kakaknya. Namun sejak 2018, ia belajar mengampuni. Proses ini bukan hanya menyembuhkan luka batin, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan pribadi dan spiritual.
Perjalanan Sisi diakui banyak pihak. Ia terpilih sebagai salah satu dari 100 Pahlawan Keluarga Frisian Flag, masuk dalam 25 besar Difabisa Astra, dan menjadi salah satu pemenang kompetisi AkuMampuBerbisnis. Semua pencapaian tersebut adalah bukti bahwa keberanian dan ketekunan mampu menembus batas.
Kisah Sisi adalah kisah tentang keberanian dalam menghadapi kenyataan, tentang bangkit dari keterpurukan, dan tentang menjadikan luka sebagai sumber kekuatan. Dari kepahitan menuju pengampunan, dari keterbatasan menuju pencapaian, ia menunjukkan bahwa hidup selalu bisa bermakna bila dijalani dengan iman, tekad, dan cinta.
Melalui komunitas dan karya-karyanya, Sisi menyalakan cahaya bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh harapan.
Penulis: Frenky F. Pandjaitan
