Sarana Disabilitas Cemerlang

PUBLIC SPEACKING UNTUK SEMUA

pelatihan public speacking bagi penyandang disabilitas

Pada tanggal 24 Juli 2026 hari jumat lalu. PT. SDC (Sarana Disabilithas Cemerlang) mengadakan acara Pelatihan Publik PELATIHAN PUBLIC SPEAKING – MENJADI MC ANDALAN yang Kerjasama dengan Yaski. Acara tersebut menghadiri 27 orang disabilitas yang bertempat Gedung Kasih Bersaudaraan, Senen – Jakarta Pusat, baik datang ke tempat maupun mengikuti di online dengan menggunakan konferensi video. PT. Sarana Disabilitas Cemerlang bagus mengadakan acara tersebut untuk kaum disabilitas, karena melihat para disabiltas yang terkadang merasa kesulitan mengatur cara berbicara kepada orang lain dengan baik dan benar. Pada akhirnya, para kaum disabilitas belum bisa menyampai keinginannya secara lugas dan jelas.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta penyandang disabilitas mendapatkan pembekalan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan di depan publik. Berbagai materi yang disampaikan mencakup teknik vokal dan artikulasi, strategi membangun kepercayaan diri, simulasi menjadi Master of Ceremony (MC), teknik presentasi yang efektif, hingga latihan olah vokal. Seluruh materi dikemas secara interaktif dan disesuaikan agar mudah dipahami serta dapat diikuti oleh seluruh peserta sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dalam sesi materi, Jose Marwoto memperkenalkan konsep dasar public speaking yang telah diwariskan sejak masa Aristoteles, yaitu ethos, logos, dan pathos. Peserta diajak memahami bahwa setiap penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi komunikator yang inspiratif. Kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya bergantung pada kefasihan dalam menyampaikan kata-kata, tetapi juga pada karakter yang kuat (ethos), penyampaian pesan yang runtut dan logis (logos), serta kemampuan membangun kedekatan emosional dengan audiens (pathos). Ketiga unsur tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, aspirasi, maupun gagasan yang dapat menginspirasi masyarakat.
Agar proses belajar semakin bermakna, pelatihan juga diperkaya dengan berbagai permainan dan praktik interaktif yang mendorong peserta untuk berani tampil, berlatih berbicara secara spontan, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi di depan banyak orang. Melalui suasana yang inklusif, suportif, dan penuh semangat, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan public speaking, tetapi juga membangun keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi pribadi yang percaya diri, mampu menyuarakan hak-haknya, dan berkontribusi secara aktif di lingkungan maupun masyarakat luas.
Bagi saya sebagai penyandang cerebral palsy, mengikuti pelatihan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang, melainkan tentang keberanian untuk menyampaikan pikiran, pengalaman, dan harapan dengan penuh percaya diri. Pelatihan ini mengajarkan bahwa setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, memiliki suara yang layak didengar dan kesempatan yang sama untuk menginspirasi orang lain. Saya berharap semakin banyak ruang belajar yang inklusif seperti ini dapat dihadirkan, sehingga semakin banyak penyandang disabilitas berani menunjukkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan mengambil peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, keterbatasan fisik tidak pernah membatasi semangat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.​

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top