Senin, 6 Oktober 2025, kami kembali mengadakan Sharing dan Penguatan Online SDC lagi melalui Zoom meeting. Kegiatan ini rutin kami adakan 1 kali dalam dua minggu yang telah dimulai beberapa bulan ke belakang.
Sebuah sukacita tersendiri bagi kami ketika kami bisa berkumpul dan ngobrol bersama teman-teman komunitas di dalam ruang zoom. Kami bisa saling menguatkan satu sama lain di tengah pergumulan yang kami hadapi masing-masing. Ketika acara dimulai, sukacita terpancar dari wajah teman-teman yang ikut menyanyikan lagu pujian penyembahan dari tempat masing-masing.
Malam hari ini Firman Tuhan disampaikan oleh hamba-Nya Ibu Pdt. Dwi Lies Anggraeni. Beliau membawakan sebuah tema yang begitu menguatkan, yaitu “Menari di tengah badai.” Firman Tuhan yang disampaikan diambil dari Keluaran 14:5-14, dimana dalam ayat tersebut diceritakan bagaimana ketakutan bangsa israel ketika dikejar oleh pasukan Firaun dari Mesir.
“Terkadang Tuhan mengizinkan kita untuk melewati masa-masa yang sulit.”
Ya, kutipan kalimat tersebut disampaikan oleh Ibu Dwi ketika salah satu teman komunitas sharing tentang pergumulan hidup yang sedang dia hadapi. Namun, Ibu Dwi menambahkan kalau Tuhan tidak menempatkan kita dalam sistuasi sulit tanpa sebab. Tuhan ingin kita terus berserah kepada-Nya dan percaya Dia tidak akan meninggalkan kita.
Dalam penyampaian renungan Firman Tuhan, Ibu Dwi menyampaikan ada 3 hal yang harus kita pegang teguh agar selalu bisa menari di tengah badai.
Yang pertama adalah Jangan takut. Dalam setiap masa-masa sulit yang sedang kita hadapi Tuhan ingin agar kita jangan takut. Kalimat ini bukan semata-mata hanya untuk membuat kita tenang. Namun, lebih dari itu Tuhan ingin kita lebih mengenal Dia lagi dengan terus membangun hubungan pribadi dengan-Nya.
Yang kedua adalah melatih iman. Dalam ilustrasi yang disampaikan oleh Ibu Dwi tentang burung rajawali yang membangun sarangnya di tempat yang tinggi, dan ketika waktunya rajawali tersebut akan mendorong anaknya untuk keluar sarang. Itu bukan karena rajawali kejam, namun itu untuk melatih anaknya agar bisa terbang dan tumbuh kuat. Begitu juga ketika Tuhan menempatkan kita dalam keadaan sulit, agar iman kita terlatih. Seperti yang disampaikan pada Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Dan yang terakhir adalah berdirilah tetap. Kita harus memberikan asupan yang baik bagi roh kita. Dengan ibadah, rajin membaca Firman, dan hubungan Pribadi kepada Tuhan.
"Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu. Hidup tentang belajar menari di tengah hujan."
Renungan Firman Tuhan pada malam hari ini sangat relevan dengan apa yang sebagian dari kami hadapi. Dengan kondisi disabilitas yang kami alami terkadang hari-hari kami begitu berat. Namun, kami dikuatkan kembali. Kami bersyukur atas persekutuan ini dan kami bersyukur atas komunitas yang telah Tuhan hadirkan sehingga kami bisa saling menguatkan.
